<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Archives - Jurnal Media Nusantara</title>
	<atom:link href="https://jurnalmedianusantara.com/baca/tag/indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnalmedianusantara.com/baca/tag/indonesia/</link>
	<description>Cerdas • Santun • Profesional</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jul 2025 13:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/jurnalmedianusantara.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-IMG_20240323_004510_108-e1711753914986.jpg?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Indonesia Archives - Jurnal Media Nusantara</title>
	<link>https://jurnalmedianusantara.com/baca/tag/indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231390224</site>	<item>
		<title>Ditpolsatwa Polri dan Universitas Trisakti Resmi Jalin Sinergi Edukasi, Konservasi, dan Pengabdian untuk Indonesia</title>
		<link>https://jurnalmedianusantara.com/baca/nasional/11431/ditpolsatwa-polri-dan-universitas-trisakti-resmi-jalin-sinergi-edukasi-konservasi-dan-pengabdian-untuk-indonesia/</link>
					<comments>https://jurnalmedianusantara.com/baca/nasional/11431/ditpolsatwa-polri-dan-universitas-trisakti-resmi-jalin-sinergi-edukasi-konservasi-dan-pengabdian-untuk-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin User]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 13:08:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Trisakti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnalmedianusantara.com/?p=11431</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri dan Universitas Trisakti resmi menjalin kerja sama strategis dalam sebuah inisiatif bertajuk &#8220;Sinergi Edukasi dan Pengabdian: Menyatukan Langkah Ditpolsatwa dan Universitas Trisakti untuk Indonesia&#8221;, yang digelar di Bhayangkara Equestrian, Kelapa Dua, Depok. Kamis, (10/7/2025). Kolaborasi ini menjadi tonggak awal kemitraan jangka panjang yang berfokus pada tiga pilar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jurnalmedianusantara.com/baca/nasional/11431/ditpolsatwa-polri-dan-universitas-trisakti-resmi-jalin-sinergi-edukasi-konservasi-dan-pengabdian-untuk-indonesia/">Ditpolsatwa Polri dan Universitas Trisakti Resmi Jalin Sinergi Edukasi, Konservasi, dan Pengabdian untuk Indonesia</a> appeared first on <a href="https://jurnalmedianusantara.com">    Jurnal Media Nusantara </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK &#8211;</strong> Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri dan Universitas Trisakti resmi menjalin kerja sama strategis dalam sebuah inisiatif bertajuk<strong><em> &#8220;Sinergi Edukasi dan Pengabdian: Menyatukan Langkah Ditpolsatwa dan Universitas Trisakti untuk Indonesia&#8221;</em></strong>, yang digelar di Bhayangkara Equestrian, Kelapa Dua, Depok. Kamis, (10/7/2025).</p>
<p>Kolaborasi ini menjadi tonggak awal kemitraan jangka panjang yang berfokus pada tiga pilar utama: edukasi, pengabdian masyarakat, dan pelestarian satwa. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas generasi muda serta mendukung tugas-tugas kepolisian melalui pendekatan humanis, partisipatif, dan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Tory Kristianto, S.I.K, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan wujud nyata komitmen Ditpolsatwa dan Universitas Trisakti dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, keamanan, dan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>“Kegiatan ini adalah langkah awal dari upaya bersama membangun sinergi dalam pendidikan karakter, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan pemuda. Kami yakin kolaborasi ini akan membawa dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Brigjen Pol Tory.</p>
<p>Adapun tiga program unggulan yang diluncurkan:</p>
<p>1. <em>Pelatihan Berkuda untuk Mahasiswa Universitas Trisakti</em></p>
<p>Lebih dari 40 mahasiswa dari berbagai fakultas Universitas Trisakti akan mengikuti pelatihan berkuda secara rutin di Bhayangkara Equestrian. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa melalui peningkatan keterampilan fisik, kedisiplinan, serta kepemimpinan.</p>
<p>2. <em>Sosialisasi Pelatihan Handler K-9 bagi Satgas Anti Narkoba Kampus</em></p>
<p>Ditpolsatwa juga meluncurkan program pelatihan bagi mahasiswa yang tergabung dalam Satgas Anti Narkoba Trisakti, untuk menjadi calon handler anjing pelacak (K-9). Program ini diharapkan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus sekaligus menanamkan kepedulian terhadap keamanan sosial.</p>
<p>3. <em>Diskusi dan Rencana Pilot Project Konservasi Luwak</em></p>
<p>Sebagai bentuk dukungan terhadap konservasi satwa dan pengembangan ekonomi kreatif, Ditpolsatwa dan Universitas Trisakti membahas rencana pengelolaan lahan untuk proyek penangkaran luwak. Program ini akan melibatkan mahasiswa dalam aspek konservasi serta edukasi kopi luwak berkelanjutan.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ditpolsatwa turut memperkenalkan Pemerhati Polisi Satwa, sebuah komunitas kolaboratif yang beranggotakan akademisi, relawan, dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap peran Polisi Satwa. Komunitas ini akan berfokus pada edukasi, konservasi, dan kegiatan pengabdian masyarakat.</p>
<p>Pemerhati Polisi Satwa mendapat dukungan penuh dari Wakil Rektor III Universitas Trisakti, Ir. Yoska Oktaviano, M.T, dan Dr. Intan Nevia Cahyana, S.H., M.H, yang juga turut duduk sebagai pengurus inti organisasi ini.</p>
<p>Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Trisakti, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, jajaran rektorat, pejabat utama Ditpolsatwa, serta mahasiswa dari berbagai fakultas. Seluruh pihak menyatakan komitmennya untuk menjadikan kolaborasi ini sebagai bagian dari gerakan nasional menuju Indonesia yang lebih beradab, sehat, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Kami ingin menanamkan nilai cinta tanah air, kepedulian terhadap sesama makhluk hidup, dan semangat gotong royong melalui sinergi ini,” tutup Brigjen Pol Tory.</p>
<p>Dengan semangat Presisi, Ditpolsatwa dan Universitas Trisakti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengambil peran dalam menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik melalui pendidikan, pengabdian, dan pelestarian lingkungan.</p>
<p>The post <a href="https://jurnalmedianusantara.com/baca/nasional/11431/ditpolsatwa-polri-dan-universitas-trisakti-resmi-jalin-sinergi-edukasi-konservasi-dan-pengabdian-untuk-indonesia/">Ditpolsatwa Polri dan Universitas Trisakti Resmi Jalin Sinergi Edukasi, Konservasi, dan Pengabdian untuk Indonesia</a> appeared first on <a href="https://jurnalmedianusantara.com">    Jurnal Media Nusantara </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jurnalmedianusantara.com/baca/nasional/11431/ditpolsatwa-polri-dan-universitas-trisakti-resmi-jalin-sinergi-edukasi-konservasi-dan-pengabdian-untuk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11431</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Darurat TBC</title>
		<link>https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/6879/indonesia-darurat-tbc-2/</link>
					<comments>https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/6879/indonesia-darurat-tbc-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin User]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 13:56:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnalmedianusantara.com/?p=6879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menurut laporan dan data dari Global TB pada tahun 2023 Indonesia adalah peringkat nomor 2 terbanyak penderita tuberkolosa di dunia tepat dibawah India sebagai penderita nomor 1 terbanyak di dunia, dan penduduk Indonesia tercatat lebih daripada 134.000 orang yang meninggal tiap tahun. Dari wawancara dengan Dr. H. Suir Syam M.Kes, M.M.R anggota DPR [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/6879/indonesia-darurat-tbc-2/">Indonesia Darurat TBC</a> appeared first on <a href="https://jurnalmedianusantara.com">    Jurnal Media Nusantara </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta &#8211; </strong>Menurut laporan dan data dari Global TB pada tahun 2023 Indonesia adalah peringkat nomor 2 terbanyak penderita tuberkolosa di dunia tepat dibawah India sebagai penderita nomor 1 terbanyak di dunia, dan penduduk Indonesia tercatat lebih daripada 134.000 orang yang meninggal tiap tahun.</p>
<p>Dari wawancara dengan Dr. H. Suir Syam M.Kes, M.M.R anggota DPR RI komisi 9 di sela waktu mendampingi sosialisasi putranya yang bernama Ahmad Fadly Suir Syam, S.Psi., yang maju sebagai calon wakil bupati di Tanah Datar, sumatra barat, beliau menyampaikan bahwa</p>
<p>&#8220;Penyakit tubercolosa itu bukan menyerang seseorang saja tetapi bakteri mikkobacterium tubercolosa sangat mudah berpindah kepada orang yang terdekat karena penyebaranya sangat mudah yaitu melalui udara, ditularkan dari batuk, bersin, atau juga bisa dari kontak dengan air liur langsung&#8221;</p>
<p>&#8220;Penyakit tubercolosa itu disebabkan oleh bakteri mikkobacterium tubercolosa yang menyerang paru-paru dan saluran pernafasan lain dan jaringan jaringan lain.&#8221; tambah beliau yang pernah bekerja sebagai kepala puskesmas selama 11 tahun dan memimpin tiga puskesmas, yang kemudian juga dipercaya sebagai direktur di rumah sakit Kabupaten lalu menjadi direktur rumah sakit tingkat kota dan juga di rumah sakit Provinsi.</p>
<p>Dari penyebaran bakterinya yang mudah, sangat besar sekali kemungkinan bahwa setiap warga di Indonesi juga mengidap penyakit TBC walaupun tidak ada terlihat gejalanya, sebab mikkobacterium tubercolosa apabila sudah masuk ke tubuh seseorang, kalau daya tahan tubuhnya kuat maka pengidap tidak akan terlihat gejala penyakitnya, akan tetapi kalau daya tahan tubuh pengidap sudah lemah maka akan muncul gejala nantinya.</p>
<p>&#8220;Penyakit ini akan lebih cepat timbul karena beberapa faktor pencetusnya seperti: merokok, kurang tidur, maka bakteri perusak ini akan aktif.&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Tanda-tanda orang yang terkena tuberkolosa jelas fisiknya akan melemah, nafsu makan turun dan produktivitasnya pasti terganggu dan akan turun, oleh sebab itu maka tuberkculosis ini harus kita eliminasi. Alhamdulillah, presiden terpilih Pak Prabowo Subianto di tahun 2024 ini akan menjalankan program &#8220;eliminasi TBC&#8221; dengan harapan pada tahun 2029 nanti tubercolosa tereliminasi dan seluruh masyarakat di Indonesia bersih dari TBC.&#8221; ujar darah minang yang pernah menjabat sebagai walikota selama 10 tahun di Padang Panjang.</p>
<p>Dari pengalaman akademi beliau sebagai Magister Kesehatan (M.Kes.) tubercolosa ini adalah penyakit yang mudah diobati dan bisa sembuh asalkan kita patuh menjalankan aturan memakan obat yang sesuai dengan anjuran dokter, karena kebanyakan pasien TBC tidak disiplin akan anjuran dokter dalam meminum obat, obat dimakan dalam jangka waktu sebulan atau dua bulan dan saat pengidap TBC merasa tidak sakit lagi lalu berhenti minum obat, sedangkan untuk menghilangkan bakteri tubercolsa secara tuntas membutuhkan waktu sekitar 6-9 bulan dalam meminum obat.&#8221;</p>
<p>Pak Suir Syam menjelaskan di tahun 2024 ini Pak Prabowo dengan programnya &#8220;eliminasi tubercolosa&#8221; nantinya akan memberikan obat-obat TBC secara gratis kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;pemerintah akan memberikan pemeriksaannya gratis, rontgennya gratis, dan keperluan lainya tanpa dipungut biaya.&#8221;</p>
<p>Pak Suir Syam yang di akhir jabatanya di komisi 9 yang di tahun ke-10 ini mengingatkan agar di momen yang baik ini supaya masyarakat memanfaatkan sebaik-baiknya fasilitas pemerintah melalui Kementrian Kesehatan ini agar mendapatkan kesembuhan total dari penyakit TBC agar seluruh masyarakat Indonesia bersih dari TBC dan bisa berkumpul dengan sanak famili, sahabat, tanpa ada rasa takut lagi akan terpapar oleh bakteri TBC yang mematikan ini.</p>
<p>Semoga program Eliminasi TBC terealisasi seperti rencana dan dalam pelaksanaanya nanti di perketat pengawasanya sampai tingkat bawah agar tidak ada kebocoran anggaran serta obat-obatan sampai pada semua masyarakat yang membutuhkan, amin.</p>
<p>The post <a href="https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/6879/indonesia-darurat-tbc-2/">Indonesia Darurat TBC</a> appeared first on <a href="https://jurnalmedianusantara.com">    Jurnal Media Nusantara </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/6879/indonesia-darurat-tbc-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mampukah Indonesia Mencapai Zero Diskriminasi HIV pada Tahun 2030</title>
		<link>https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/4355/mampukah-indonesia-mencapai-zero-diskriminasi-hiv-pada-tahun-2030/</link>
					<comments>https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/4355/mampukah-indonesia-mencapai-zero-diskriminasi-hiv-pada-tahun-2030/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin User]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 08:16:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mampukah]]></category>
		<category><![CDATA[zero]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnalmedianusantara.com/?p=4355</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, Jurnalmedianusantara.com &#8211;Perjalanan Indonesia menuju ‘Ending AIDS 2030’ sesuai dengan komitmen pemerintah dalam penanggulangan HIV, ternyata masih menemukan berbagai tantangan dan hambatan. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI dr. Imran Pambudi, MPH menyampaikan bahwa saat ini kelompok berusia 25-49 tahun memiliki porsi terbesar sebanyak 70,4% dalam temuan kasus HIV. Angka ini kemudian diikuti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/4355/mampukah-indonesia-mencapai-zero-diskriminasi-hiv-pada-tahun-2030/">Mampukah Indonesia Mencapai Zero Diskriminasi HIV pada Tahun 2030</a> appeared first on <a href="https://jurnalmedianusantara.com">    Jurnal Media Nusantara </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, Jurnalmedianusantara.com &#8211;</strong>Perjalanan Indonesia menuju ‘Ending AIDS 2030’ sesuai dengan komitmen pemerintah dalam penanggulangan HIV, ternyata masih menemukan berbagai tantangan dan hambatan.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI dr. Imran Pambudi, MPH menyampaikan bahwa saat ini kelompok berusia 25-49 tahun memiliki porsi terbesar sebanyak 70,4% dalam temuan kasus HIV.</p>
<p>Angka ini kemudian diikuti oleh kelompok usia 20-24 tahun sebanyak 15,9%. Meski demikian, semakin menurunnya angka temuan kasus HIV baru pada beberapa tahun terakhir, menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mungkin mencapai target.</p>
<p>Berbagai upaya untuk menyamakan persepsi dan tujuan telah dilakukan termasuk melibatkan peran berbagai sektor pemerintah. Namun, kerap ditemukan pemahaman atau “perspektif miring” yang keliru dari stakeholder di luar area kesehatan tentang HIV.</p>
<p>Hal ini disinyalir terjadi karena program penanggulangan HIV selama ini hanya menyasar pada pengguna narkotika, pekerja seks, Lelaki Seks Lelaki, Waria dan kelompok lainnya yang masih dianggap amoral bagi sebagian masyarakat.</p>
<p>Sehingga mengentalkan nuansa stigma dan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok sasaran ini dalam program program-program HIV di Indonesia.</p>
<p>Kasus HIV ditemukan pertama kali pada 1960 di Afrika dan diumumkan ke publik di Amerika pada 1981 hingga ditemukan pertama di Indonesia (Bali) pada 1987. Penanganan HIV selalu dimunculkan dengan wajah diskriminasi. Hal ini sebagai akibat dari cap buruk (stigma) terhadap perilaku yang menimbulkan resiko penularan HIV.</p>
<p>Dalam sebuah survei yang melibatkan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia dari 10 responden yang diwawancarai, 4 diantaranya mengaku masih takut untuk bergaul dengan orang yang hidup dengan HIV karena alasan takut tertular.</p>
<p>Padahal mereka sudah mendapatkan informasi serta pendidikan terkait penyakit menular. Sejak didirikan pada 2014 hingga saat ini, Jaringan Indonesia Positif (JIP) telah mendapat pelaporan terjadinya bentuk stigma dan diskriminasi yang dialami oleh orang yang hidup dengan HIV di Indonesia.</p>
<p>Menurut Timotius Hadi, selaku Advocacy Specialist Jaringan Indonesia Positif, beberapa tanggapan telah dilakukan untuk penyelesaian kasus yang ditemukan meliputi: penyediaan kanal pengaduan, layanan konseling, pendampingan kasus bagi korban serta melakukan audiensi kepada stakeholder terkait baik level pemerintah (kementrian atau subdinas) maupun swasta termasuk mitra dari Komnas Perempuan.</p>
<p>Selama bulan Mei-Oktober 2023, JIP meneliti indeks stigma dan diskriminasi yang dialami oleh orang dengan HIV di Indonesia dengan menggunakan instrumen penelitian global yang disebut dengan ‘Stigma Index 2.0’.</p>
<p>Instrumen penelitian ini dikembangkan oleh beberapa organisasi tingkat global, seperti Global Network People Living with HIV (GNP+), International Community of Women Living with HIV (ICW), UNAIDS dan International Planned Parenthood Federation (IPPF). Stigma Index telah digunakan secara global guna mendokumentasikan pengalaman yang berbeda di antara orang dengan HIV terkait stigma dan diskriminasi, sampai dengan mendorong perubahan kebijakan di suatu daerah tertentu serta mengubah intervensi program akibat dari stigma atau diskriminasi yang dialami oleh orang dengan HIV. Stigma Index di Indonesia tahun 2022 mengumpulkan informasi yang beragam mengenai pengalaman orang dengan HIV di Indonesia yang menghadapi stigma dan diskriminasi.</p>
<p>Stigma Index 2.0 yang dilakukan oleh JIP berhasil menyasar 1400 orang yang hidup dengan HIV di 16 provinsi sebagai responden. Menurut Fitriana Puspitarani, Research Officer, Divisi Riset, Pengembangan Komunitas dan Media JIP, menyampaikan bahwa beberapa temuan pada penelitian ini antara lain: sebesar 35,9% orang yang hidup dengan HIV menstigma dirinya sendiri, dan 13,4% orang yang hidup dengan HIV mendapatkan stigma dari orang lain. Stigma dan diskriminasi juga terjadi di layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan dalam 12 bulan terakhir (21,5%). Stigma dan diskriminasi pada orang yang hidup dengan HIV dari kelo oleh tenaga kesehatan dalam 12 bulan terakhir (21,5%). Stigma dan diskriminasi pada orang yang hidup dengan HIV dari kelompok populasi kunci, lebih tinggi dibandingkan kelompok non populasi kunci, (Stigma eksternal pada kelompok populasi kunci sebesar 17,1% dan non populasi kunci sebesar 11,1%, stigma internal pada kelompok populasi kunci sebesar 39,8% dan non populasi kunci sebesar 33,5%, stigma di layanan HIV pada kelompok populasi kunci sebesar 24,7% dan non populasi kunci sebesar 16,4%, stigma di layanan non HIV pada kelompok populasi kunci sebesar 22,9% dan non populasi kunci sebesar 12,1%).</p>
<p>Hasil temuan awal dari penelitian Stigma Index 2.0 Indonesia telah disampaikan kepada stakeholder terkait, khususnya kepada Kementerian Kesehatan RI.</p>
<p>“Hal tersebut dilakukan dengan harapan bahwa temuan-temuan hasil Stigma Index 2.0 bisa digunakan sebagai acuan dan bahan pertimbangan dalam menyusun program penanggulangan HIV yang lebih humanis, termasuk kampanye anti diskriminasi dan memantau berbagai kegiatan penanggulangan HIV di Indonesia”, tambah Hadi.</p>
<p>Harapannya, Indonesia tak hanya mengembangkan strategi untuk mencapai nol penularan HIV dan nol kematian akibat AIDS, namun juga mencapai nol diskriminasi terhadap mereka yang hidup dengan HIV.</p>
<p>The post <a href="https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/4355/mampukah-indonesia-mencapai-zero-diskriminasi-hiv-pada-tahun-2030/">Mampukah Indonesia Mencapai Zero Diskriminasi HIV pada Tahun 2030</a> appeared first on <a href="https://jurnalmedianusantara.com">    Jurnal Media Nusantara </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jurnalmedianusantara.com/baca/kesehatan/4355/mampukah-indonesia-mencapai-zero-diskriminasi-hiv-pada-tahun-2030/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4355</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
